Weblog Pribadi Abdul Aziz Yusron




  • Chat Me!



2-E Pajak Go To Puncak

Yusron, 24 July 2008

2 Minggu sebelum UAS semester 4, 2E pajak sekelas liburan ke Cisarua, Bogor. Untuk pergi ke sana kami menyewa metromini yang benar-benar mini untuk 23 orang, ditempuh dalam 1,5 jam dari STAN. Perjalanan lancar dan cepat karena lewat jalan tol. Nah saat tiba di Bogor jalanan mulai menanjak dan metromini terus melaju seperti sedang BAB.

Di sana acara menginap di Vila Yoan 2 hari satu malam.

Hari pertama, tiba di sana Metromini tidak bisa masuk gang jadi kami harus jalan kaki. Siangnya agak membosankan karena pas hari Jumat dan anak-anak agaknya lebih memilih nongkrong bareng di vila. Anak-anak masih melakukan kebiasaan mereka yang biasa-biasa, nge-mig, gitaran, nonton TV, tiduran, nelpon pacar,dll. Setelah Jumatan acaranya cuma main badminton, main bola, dan renang (kalau yang ini baru seru).

Malam Sabtu acara bakar-bakar ubi alias telo rambak karena di sana banyak sekali yang jualan. Buat api unggun, masukkan semua yang bisa dibakar termasuk telo-nya, lalu lompati api unggun, nganget bareng, dan yang ditunggu-tunggu angkat telo-nya, gosong semua, dari ubi sebesar ponsel yang bisa dimakan sebesar SIM Card-nya (salah sendiri belinya yang kecil-kecil). Setelah bakar-bakar acara kembali membosankan yaitu kegiatan sehari-hari, ada yang sudah tidur, nonton tv, telpon, ngemig, yang cukup seru main kartu.

Hari kedua, tiba saatnya pergi hiking ke wisata air terjun Curug. Kami ke Lokasi air terjun dengan berjalan kaki karena kami kira lokasinya cuma beberapa kilo dan memang benar beberapa ‘belas’ kilometer dan jalannya juga menanjak. Sepanjang jalan terdapat banyak sekali terdapat vila.

Setibanya di air terjun cukup mengecewakan karena air terjunnya kecil dan banyak wisatawan. Namun ternyata di atas air terjun kecil itu masih terdapat air terjun lagi, lalu kami mencari jalan memutari bukit yang jauhnya minta ampun dan jalannya sempit.

Sampai juga di air terjun kedua. Kaget bukan main ketika kami melihat ada beberapa pendaki yang sebelumnya kami temui di air terjun pertama, padahal kami yang pergi memutar bukit duluan, ternyata memang ada jalan memotong yang ada di dekat air terjun pertama.

Air terjun kedua ini agak sepi pengunjung dan airnya lebih dingin. Di sini kami berfoto dan basah-basahan. Lalu kembali turun melalui jalan memotong yang dilalui pendaki lain saat naik. Ternyata jalan memotong tersebut bukan main curamnya (kemiringan 70-80 derajat) dan licin, hanya cocok untuk didaki bukan untuk dituruni. Banyak yang terpleset Pak Arif pun tidak henti-hentinya misuh2 dan gawatnya penyakit misuhnya itu menular, maka hari itu dikenal sebagai Misuh of the day.

Capek setelah turun gunung, sekarang saatnya turun ke vila belasan kilometer (huh capek). Saat kembali, Diding turun duluan tidak bareng temen2. Setibanya kami di vila ada yang aneh, Diding belum sampai, lalu dia telpon kalau ternyata dia nyasar. Kami minta dia naik ojek saja dan untungnya dia sampai juga di vila.

Dia cerita saat naik ojek tadi dia tanya ke tukang ojek, kira-kira seperti ini:

“Pak tahu Vila Yoan”

“Oh Vila Yohan, tahu”

“Vila Yoan Pak, nggak pake ‘h’, Yoan”

“Iya nggak pake ‘h’, Yoan (baca: Yohan)”,

Ini membuktikan bahwa memang lidah orang Medan (Diding) dengan lidah orang Sunda (tukang ojek) berbeda dan bahasa Indonesia bukan bahasa pemersatu yang baik hohoho…

Setelah sholat Dhuhur kami pulang kembali ke Tangerang dengan di jemput metromini yang kami tumpangi saat berangkat sehari sebelumnya. Di tengah perjalanan kami mampir-mampir ke pasar untuk membeli oleh-oleh dan lagi-lagi Ubi jalar alias telo rambak tapi kali ini sudah direbus dan siap makan. Jadi selama perjalanan pulang ada yang bis dimakan dan alhamdulillah kami semua sampai dengan selamat.

Komentar

:) :)) :d [-o< :(( :( :-s :p |-) :o :-? :-l :-?? b-) 8-> :)>- more »