Weblog Pribadi Abdul Aziz Yusron




  • Chat Me!



Archive for the 'Sekolah Tinggi Akuntansi Negara' Category

Semua info tentang STAN

Kuliah terakhir semester 4

Posted by Yusron on 14th August 2008

Terakhir sih terakhir tapi setelah itu masih ada UAS..Me

Tag: ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | 2 Comments »

Persyaratan Ujian Penerimaan STAN 2008 dan Formulir Pendaftaran

Posted by Yusron on 18th June 2008

Persyaratan Ujian Penerimaan STAN 2008 Download

Formulir Pendaftaran USM STAN 2008 Download

Tag:
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Tips dan trik Masuk STAN

Posted by Yusron on 30th March 2008

Tip dan Trik masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Tips dan trik menghadapi ujian saringan masuk STAN

Gak ada tips dan trik khusus, pokoknya dikerjakan saja sebisanya, soalnya dulu saya juga gak belajar.

Tag: , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Pengumuman Hasil USM STAN 2008

Posted by Yusron on 27th February 2008

Pengumuman Hasil USM STAN 2008

Pengumuman Hasil Penerimaan / Kelulusan Ujian Saringan Masuk STAN 2006 Download

Tahun 2008 Belum ada. Kan belum tes!!


Tag: ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Tidak Lulus Satu Mata Kuliah, Berakhir Sudah

Posted by Yusron on 31st December 2007

Inti dari judul tersebut adalah sistem gugur di STAN. Satu mata kuliah saja tidak lulus berarti Drop Out meskipun beberapa mata kuliah yang lain memperoleh nilai yang sempurna. Lalu kriteria Drop Out (DO) berlaku per mata kuliah yaitu sebagai berikut.

1. Meraih nilai D pada Mata Kuliah Umum dan Mata Kuliah Keahlian , lebih dari 2 nilai D pada Mata Kuliah Dasar Keahlian , atau nilai E pada semua mata kuliah.

Misalnya mahasiswa Akuntansi nilai Akuntansi Menengah atau Advance nilainya dapat D, maka mahasiswa tersebut terancam dan pasti DO. Namun jika yang dapat nilai D tersebut adalah mahasiswa pajak aman-aman saja asalkan nilai totalnya atau IP lebih dari poin 2 berikut ini. Dan sebaliknya jika mahasiswa pajak nilai PPh atau PPN-nya dapat D, maka mahasiswa pajak tersebut lulus lebih cepat atau Drop Out.

2. Indeks Prestasi (IP) semester ganjil di bawah 2,4 atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tahun yang bersangkutan kurang dari 2,75.

Walaupun nilai minimal semester ganjil 2,4 jika kita memperoleh nilai yang minim seperti itu, akan sangat sulit memenuhi nilai IPK lebih dari 2,75 karena IPK adalah rata-rata nilai semester ganjil dan genap (IP semester ganjil ditambah IP semester genap, lalu dibagi dua). Misalnya pada semester ganjil kita kamu memperoleh IP 2,4 maka untuk memenuhi persyaratan minimal IPK, pada semester genap minimal IP anda adalah 3,1.

3. Kehadiran per mata kuliah kurang dari 80% jam efektif, atau tidak masuk 4 kali per mata kuliah dalam satu semester.

Setiap mata kuliah dalam satu semester terdapat 16 kali tatap muka atau 16 minggu (8 di tengah semester awal dan 8 di tengah semester akhir). Jadi ada jatah kesempatan tidak masuk 3 kali per mata kuliah artinya kita boleh membolos 3 minggu berturut-turut. Namun jangan coba-coba memanfaatkan kesempatan membolos karena kita tidak akan tahu apakah kita bisa masuk kuliah di lain hari dan gunakan waktu sebaik-baiknya. Tidak masuk kuliah dengan alasan apapun dianggap tidak hadir atau alfa, kecuali izin ada anggota keluarga yang meninggal dunia (Ibu dan Ayah). Jadi jika kamu sakit atau berencana sakit dalam waktu yang lama sebaiknya mengambil cuti saja dan melanjutkan kuliah tahun depan.

Perlu diketahui bahwa jumlah kehadiran dinilai sebagai nilai aktivitas sehingga mempengaruhi nilai IP.

4. Berbuat curang saat ujian (mencontek, bekerja sama, dll)

Curang saat ujian haram hukumnya. Mencontek, kerja sama, membawa handphone atau sejenis, dll. Jika ketahuan akan disidang dan kemungkinan selamat dari DO absolutely nothing (halah, koyok iso-iso~o).

Catatan: poin-poin tersebut juga berlaku di Universitas lain namun hanya mengakibatkan tidak lulus pada mata kuliah yang bersangkutan.

Tag: , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Benarkah Kuliah di STAN Gratis?

Posted by Yusron on 25th December 2007

Apakah kuliah di STAN gratis? Memang gratis, tetapi tidak gratis. Lho, bagaimana sih? Karena BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) menjadikan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tidak benar-benar gratis, tepatnya hanya pada saat pendaftaran mahasiswa baru.

Pada dasarnya pihak Lembaga Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tidak pernah menarik iuran uang kuliah dari mahasiswa, dan itu memang benar karena sudah dibiayai oleh Departemen Keuangan serta status Sekolah Tinggi Kedinasan yang disandangnya. Namun terdapat suatu lembaga kemahasiswaan yang benama BEM yang kita sebut OSIS di SMA. BEM mewajibkan pembayaran biaya daftar ulang kepada mahasiswa baru yaitu saat mereka melakukan pendaftaran mahasiswa baru. Dana ini insya Allah digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan mahasiswa yang insya Allah juga tidak jelas, tidak seru, tidak menarik, dan untuk jas almamater yang hampir tidak pernah dipakai.

Sebenarnya kita tidak perlu membayar iuran tersebut. Namun panitia daftar ulang yang dibentuk BEM menuliskan bahwa salah satu persyaratan pendaftaran mahasiswa baru diantaranya adalah membayar biaya daftar ulang sehingga kita berpikir bahwa iuran itu ditarik oleh Lembaga Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan wajib. Jadi perlu diketahui bahwa tanpa membayar uang masuk tersebut kita masih tetap kuliah di STAN.

Berapa jumlah biaya pendaftaran mahasiswa baru?

Besar uang masuk setiap tahun berubah-ubah. Tahun angkatan saya yaitu 2006-2007 jumlahnya sebesar Rp 811.000 (tahun yang mahal) dan tahun ajaran berikutnya turun menjadi + Rp 600.000. Iuran tersebut hanya ditarik sekali di awal dan tidak ada iuran BEM semacam itu lagi selama di STAN.

Apa akibatnya kalau tidak membayar uang pendaftaran?

Kalau tidak membayar uang pendaftaran kita tidak bisa mengikuti acara Dinamika STAN alias Ospek dan tidak dapat almamater (di koperasi jualan apa tidak ya?).

Kalau tidak ikut Dinamika kan gawat?

Tenang saja. Dinamika sangat berbeda dengan Sekolah Tinggi atau Universitas lain. Di sini tidak ada senioritas (beda banget sama IPDN). Jangan takut kalau tidak ikut Dinamika kenalannya sedikit karena ikut pun kenalannya cuma teman satu kelompok. Pokoknya benar-benar tidak seru dan sama sekali kurang berkesan, beda banget dengan Ospek di universitas lainnya.

Tag: , , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Setelah Lulus SMA Ngapain Ya ?

Posted by Yusron on 20th December 2007

Jawaban dari pertanyaan itu biasanya disingkat KKN atau Kuli Kandang Ngojek. Eh sori, Kuliah Kerja Nikah. Kuliah yang bener dulu, terus kerja gajinya ditabung buat nikah. Namun banyak juga yang tidak seperti itu, misalnya langsung kerja bahkan baru lulus langsung nikah (yang satu ini biasanya cewek, iya kan!).

Bagi yang langsung kerja, sebaiknya cari kerja yang baik dan halal. Jangan cepat puas dengan gaji lulusan SMA. Untuk yang nikah, semoga anaknya banyak. Orang Jawa bilang banyak anak banyak rejeki.

Terus buat yang ingin melanjutkan kuliah pasti bingung mau kuliah dimana, belajar untuk persiapan SPMB, memilih program intensif SPMB bimbingan belajar, biaya masuk, dan masih banyak lagi yang perlu dipikirkan. Yang pintar-pintar sih enak, tinggal ikut SPMK. Tapi pilihannya terbatas banget. Pusing deh, capek deh!

Kalau seperti itu mendingan nikah saja. Ok deh!

Source: Lirik lagunya Mbak-mbak T2, judulnya apa ya?

Tag: , , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

STAN dan Perguruan Tinggi di Indonesia

Posted by Yusron on 12th December 2007

Kebanyakan orang mengetahui secara pasti Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Universitas Hasanudin, UI, ITB, UNAIR, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS Surabaya), IPB, UGM, dan UNIBRAW, merupakan sebagian dari Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. PTN-PTN tersebut sangat dikenal dan diminati oleh ratusan ribu lulusan SMA yang ingin melanjutkan studinya. Selain mutu dosen pengajar, fasilitas pendidikan, dan fasilitas fisiknya yang tidak perlu diragukan lagi, PTN juga melahirkan mahasiswa penuh prestasi dan lulusan-lulusan yang selalu dicari-cari oleh penyedia lowongan kerja. Di antara PTN-PTN tersebut seperti UI, ITB, dan ITS, banyak sekali tersedia kesempatan beasiswa yang tinggal diambil. Jadi tidak heran kalau Perguruan Tinggi Negeri selalu dibanjiri peminat yang berusaha diterima melalui jalur SPMB, SPMK, Kemitraan, dan masih banyak jalur lain yang entah itu halal atau tidak.

Alternatif bagi yang tidak mau dan tidak ‘mampu’ bersaing dalam ajang memperebutkan kursi PTN, gampang, beli atau buat saja kursi sendiri he he. Bercanda, maksudnya adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia jumlahnya banyak sekali dan bertebaran hampir di setiap kota, yang paling terkenal yaitu Universitas Trisakti dan Universitas Pancasila. Jalur untuk diterima sebagai mahasiswa PTS ada yang melalui tes dan hampir semuanya tinggal bayar. Yang pasti price-nya tidak murah dan untuk menemukan PTS yang berkualitas sangat sulit.

Terus bagaimana dengan perguruan tinggi Kanuragan dan perguruan pencak silat? Kalau yang seperti itu mene ketehe.

Jenis perguruan tinggi yang lain yaitu Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK). Ada beberapa perguruan tinggi semacam ini dan semuanya merupakan Perguruan Tinggi yang didirikan dan dibiayai oleh Departemen-departemen milik Pemerintah. Selama pendidikan tidak ditarik uang kuliah alias gratis. Namun untuk dapat diterima di Perguruan Tinggi semacam ini beberapa ada yang sangat sulit bahkan lebih susah daripada PTN favorit sekalipun. Hal ini karena masing-masing PTK menyaring pendaftar berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan sistem pendidikannya dan bidang kerja Departemennya, contohnya IPDN yang dididik secara semi militer. Selain itu karena jumlah peminatnya yang luar biasa banyak dengan kapasitas penerimaan yang sangat minim, contohnya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dengan pendaftar mencapai 125.000 dan kapasitas penerimaan kurang lebih 2.000 orang saja.

Tag: , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Mengenal STAN

Posted by Yusron on 5th December 2007

Seperti kata pepatah, tak kenal maka tak kenyang sayang. Jadi perkenalkan nama saya STAN, asli Jakarta. Kalau kamu siapa, asli mana?

STAN kepanjangan dari Sekolah Tinggi Akuntansi (Administrasi – ini yang salah) Negara. Hanya sebatas itu yang saya tahu mengenai STAN Jakarta sewaktu masih SMA. Bingung huruf A dalam singkatan S-T-A-N itu Akuntansi atau Administrasi. Namun banyak yang ingin masuk ke sana, katanya langsung kerja, sambil mengatakan berduitnya orang pajak dan bea cukai (tahunya hanya itu) karena gajinya yang besar. Saat itu tidak pernah kepikiran untuk kuliah di STAN karena hanya ingin ke jurusan yang teknik-teknik.

STAN kepanjangan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yaitu Perguruan Tinggi Kedinasan di lingkungan Departemen Keuangan RI yang menyelenggarakan pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan. Lulusan-lulusan STAN nantinya akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di instansi pemerintah di lingkugan Departemen Keuangan. Jadi tidak perlu lagi melamar pekerjaan kesana kemari, cukup lamaran ke calon mertua saja. Kebanyakan orang mengira lulusan STAN akan bekerja di bea cukai dan pajak, namun sebenarnya instansi Departemen Keuangan bukan hanya itu saja, yang lainnya misalnya Dispenda, BAPEPAM, dan masih banyak lagi.

Sebelum bekerja di lingkungan Departemen Keuangan, mahasiswa dididik di STAN melalui beberapa program diploma yaitu D I, D III, D IV, dan D III Khusus. Oh satu lagi yaitu DO alias Drop Out. Berikut rinciannya.

PROGRAM STUDI

Program Pendidikan yang diselenggarakan:

1. Program D III Akuntansi Pemerintahan.

2. Program D III dan D I Perbendaharaan Negara (Anggaran).

3. Program D III dan D I Kepabeanan dan Cukai.

4. Program D III dan D I Administrasi Perpajakan.

5. Program D III Penilai PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).

6. Program D III PPLN (Pengurusan Piutang Lelang Negara).


Lama masa pendidikan D I hanya 2 semester (1 tahun). Setelah itu langsung kerja sebagai PNS golongan II a dan bisa melanjutkan ke D III Khusus, tetapi tentu saja kerja dulu di Departemen Keuangan dan ada tesnya. Bagi yang ingin cepat kerja pilih program ini, namun saya sarankan memilih D III. Tempat pendidikan D I biasanya dilakukan di daerah yaitu Malang, Makassar, Palembang, Yogyakarta, Cimahi, dan lain-lain. Namun tempat pendidikan D I tahun ajaran 2007/2008 diadakan di STAN Jakarta dan untuk tahun ajaran berikutnya bisa berubah.

Selain itu juga ada Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi dengan lama pendidikan 4 semester (2 tahun). Program D IV hanya isa diikuti oleh lulusan D III. Khusus lulusan D III Administrasi Perpajakan, sebelum bisa melanjutkan kuliah lagi, harus bekerja dulu selama 2 tahun dan tentu saja atas restu atasan.

Tag: , , , , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »

Drop Out dan Sistem Gugur

Posted by Yusron on 4th December 2007

Fenomena DO atau Drop Out (alias dikeluarkan dari Sekolah) merupakan hal yang menakutkan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, terlebih lagi musibah semacam ini selalu terjadi di setiap semester dengan korban yang tidak sedikit. Bukannya menakut-nakuti, ini memang menakutkan. Bayangkan saja, baru satu tahun saya kuliah di STAN sudah lebih dari 50 mahasiswa yang di Drop Out dengan beberapa pelanggaran dan kesalahan yang serupa selain itu kebanyakan mereka dari Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.

Kenapa Mahasiswa yang di-DO bisa sebanyak itu?

Sebenarnya sistem Drop Out tidak hanya ada di STAN Jakarta, tetapi juga di Perguruan Tinggi lain dengan frekuensi yang jauh dari jumlah fantastis di STAN. Hal itu karena kriteria untuk men-Drop Out mahasiswa di STAN oleh lembaga lebih gampang dibandingkan perguruan tinggi lain. Selain itu STAN menerapkan sistem gugur, kalau tidak lulus satu mata kuliah saja maka tanpa ampun mahasiswa langsung di-DO oleh Lembaga, karena dianggap tidak memiliki kualifikasi yang layak di STAN. Berbeda dengan perguruan tinggi lain, mahasiswa bisa mengulang mata kuliah yang belum diselesaikannya tersebut.

Di perguruan tinggi lain kita bisa memilih mata kuliah yang ingin kita ambil pada suatu semester atas panduan dosen pembimbing. Sedangkan di STAN sudah ada paket-paket mata kuliah yang harus diselesaikan di setiap semester.

Terus bagaimana tips dan trik anti Drop Out?

Minum saja obat AntiDO, dijamin tidak mujarab dan tidak bisa didapat di toko-toko obat terdekat. Jika setelah minum masih di Drop Out hubungi saya, mau tanya, beli obatnya di mana? hehe.

Update : – semester ini diumumkan kurang lebih 45-50 orang DO :o

Tag: , , , ,
Kategori Sekolah Tinggi Akuntansi Negara | No Comments »