Krisis AS: Penyebab Krisis Amerika Serikat
Ngomong-ngomong soal krisis AS yang mendunia (Krisis Global) yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini dan keadaan pun belum juga kunjung membaik. Mungkin di antara kalian bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi hingga krisis yang kritis ini terjadi, begitu juga dengan saya. Dari beberapa sumber yang saya baca yaitu Tempo, Okezone, Detik Finance, dan Sinar Harapan saya akan mencoba menyimpulkan apa yang saya tangkap dari yang saya baca.
Awal Penyebab Krisis AS
Penduduk Amerika merupakan masyarakat yang suka membeli barang dengan cara kredit. Dalam berbelanja pakaian, mobil, furniture, dan rumah mereka lebih senang membeli dengan menggunakan kartu kredit. Nah, di sinilah awal mula terjadinya krisis yaitu masalah macetnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di AS.
Semula kredit perumahan hanya diberikan pada nasabah prima sehingga pembayaran cicilan berjalan dengan baik. Namun akhir-akhir ini kredit tersebut berikan pula kepada nasabah yang kurang layak bahkan pada nasabah yang dulunya pernah mengalami kredit macet. Selain itu banyak kredit perumahan yang di berikan dengan uang muka yang sangat rendah bahkan tanpa uang muka. Ada juga kredit yang hanya mensyaratkan untuk membayar bunganya saja tanpa perlu membayar cicilan pokok.
Mungkin anda bertanya mengapa bank-bank di US begitu ceroboh? Hal ini terkait dengan terus naiknya harga properti di Amerika. Kenaikan harga properti di Amerika rata-rata tiap tahun adalah 20% ini berarti anda dapat menjual rumah anda dengan harga 2 kali lipat dalam jangka waktu lima tahun sehingga banyak orang berani mengajukan kredit untuk membeli rumah.
Mari berhitung!
Menurut perhitungan bank, walaupun tanpa uang muka, dengan kenaikan 20% maka harga rumah akan menjadi 120% dari harga awal. Sehingga nilai pinjaman nasabah dibandingkan harga rumah selama satu tahun akan turun menjadi 100/120×100% = 83%. Maka pada akhir tahun pertama seolah-olah nasabah telah membayar uang muka sebesar 17%. Hal inilah yang menyebabkan bank-bank di Amerika berani memberikan Kredit Pemilikan Rumah tanpa mensyaratkan uang muka sama sekali.
Keadaan di atas akan terus berlanjut jika harga rumah terus naik yang hanya jika
- pembeli rumah semakin banyak, dan
- bank terus memberikan KPR yang semakin besar.
Akan tetapi nasabah KPR tidak semuanya nasabah prima sehingga penyakit lama pun kambuh, ” kredit macet “.
Karena kredit macet mulai bermunculan maka bank meningkatkan kehati-hatiannya dalam memberikan KPR. Maka poin 2 tidak terpenuhi sehingga harga rumah berhenti naik malah semakin turun. Kredit macet tidak berhenti sampai di situ, penurunan harga tersebut menyebabkan nasabah lain mulai bimbang untuk meneruskan cicilan. Akhirnya kredit macet pun meluas dan terus meluas.
Namun semua itu baru awal dari krisis ini, sedangkan apa hubungannya kredit macet dengan krisis di AS yang akhirnya meluas hingga menjadi krisis global. Baca lanjutannya di Krisis AS: Jatuhnya Lembaga-lembaga Keuangan di AS dan Turunnya Harga Saham.
|
|
***
Ditulis Oleh Yusron
Friday, 3 October 2008 |
|
|
|








Belum ada komentar.