Drop Out dan Sistem Gugur
Yusron, 4 December 2007
Fenomena DO atau Drop Out (alias dikeluarkan dari Sekolah) merupakan hal yang menakutkan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, terlebih lagi musibah semacam ini selalu terjadi di setiap semester dengan korban yang tidak sedikit. Bukannya menakut-nakuti, ini memang menakutkan. Bayangkan saja, baru satu tahun saya kuliah di STAN sudah lebih dari 50 mahasiswa yang di Drop Out dengan beberapa pelanggaran dan kesalahan yang serupa selain itu kebanyakan mereka dari Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan.
Kenapa Mahasiswa yang di-DO bisa sebanyak itu?
Sebenarnya sistem Drop Out tidak hanya ada di STAN Jakarta, tetapi juga di Perguruan Tinggi lain dengan frekuensi yang jauh dari jumlah fantastis di STAN. Hal itu karena kriteria untuk men-Drop Out mahasiswa di STAN oleh lembaga lebih gampang dibandingkan perguruan tinggi lain. Selain itu STAN menerapkan sistem gugur, kalau tidak lulus satu mata kuliah saja maka tanpa ampun mahasiswa langsung di-DO oleh Lembaga, karena dianggap tidak memiliki kualifikasi yang layak di STAN. Berbeda dengan perguruan tinggi lain, mahasiswa bisa mengulang mata kuliah yang belum diselesaikannya tersebut.
Di perguruan tinggi lain kita bisa memilih mata kuliah yang ingin kita ambil pada suatu semester atas panduan dosen pembimbing. Sedangkan di STAN sudah ada paket-paket mata kuliah yang harus diselesaikan di setiap semester.
Terus bagaimana tips dan trik anti Drop Out?
Minum saja obat AntiDO, dijamin tidak mujarab dan tidak bisa didapat di toko-toko obat terdekat. Jika setelah minum masih di Drop Out hubungi saya, mau tanya, beli obatnya di mana? hehe.
Update : – semester ini diumumkan kurang lebih 45-50 orang DO ![]()
